Terimakasih, Nelson Mandela!


Dari Afrika... Mandela, Untuk Dunia

Jumat, 6 Desember 2013 salah satu hari yang pilu bagi kita. Meskipun saya pribadi tidak kenal secara dekat, tapi nyatanya dunia kehilangan sosok yang sangat inspiratif. Terkenal dengan “pemberontakannya” atas sistem politik Apartheid yang berlaku di Afrika Selatan. Politik Apartheid sendiri politik yang sangat membedakan ras kulit putih dengan ras kulit hitam.

Nelson Rolihlahla Mandela lahir di Mvezo, 18 Juli 1918. Rolihlahla dari bahasa Afrika sendiri berarti “anak bengal”. Nelson Mandela biasa dipanggil Madiba oleh warga Afrika Selatan. Senyumnya yang abadi bukan hanya untuk Afrika, tapi juga untuk dunia. Mandela meninggalkan pengaruh yang sangat besar untuk kita semua. Tokoh yang mengajarkan toleransi antar manusia.

Hidup terkurung selama 27 tahun di dalam penjara tidak membuat semangatnya pudar. Walaupun di tahun 1964 sempat dijatuhi hukuman seumur hidup namun akhirnya pada tahun 1990 dilepas karena desakkan  para pemimpin dunia. 3 tahun kemudian tepatnya tahun 1993 diberi penghargaan nobel dunia. Sepenggal kisah pahitnya dalam penjara dan dihukum dengan waktu yang lama justru membuat pemikirannya semakin kuat. Bukan hanya pemikiran, tapi dia juga memberikan gerakan gerakan nyata serta memberi modal kuat untuk warga Afrika Selatan sendiri untuk lepas dari rezim kulit putih dengan politik Apartheidnya.

Peristiwa membahagiakan sekaligus momentum harapan terjadi di pemilu Afrika Selatan di bulan April 1994. Setelah mengadakan pemilu yang cukup “hectic” pada akhirnya Nelson Mandela berhasil terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama ditanah kelahirannya sendiri yang juga dipilih secara melalui pemilihan politik demokrasi untuk pertama kalinya. Lebih kurang 5 tahun Madiba memimpin Afrika Selatan dengan baik, dan membuat keadaan sosial maupun ekonomi negaranya menjadi bertumbuh ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

Sosok yang kharismatik dan ramah ini bisa dibilang sangat akrab dengan negara kita Indonesia karena kemunculannya selalu menggunakan kemeja batik. Pada 21 Oktober 1990, Madiba pernah ke Bandung, ke Gedung Asia Afrika karena ingin mengenang pidato dari Bung Karno yang membakar semangatnya di Konfrensi Asia Afrika (KAA). Satu yang ia sayangkan saat kembali ke gedung itu, dia justru bertanya mengapa foto Bung Karno tidak terpampang berpigura manis didinding. Bung Karno dimata Madiba adalah sosok yang menjadi inspirasinya untuk mengentaskan permasalahan, terutama persamaan hak hak antara kaum minoritas dan kaum mayoritas.

Nelson Mandela, terimakasih atas jasamu mengubah cara hidup mereka. Telah jadi inspirasi dengan segala kesederhanaanmu.

Sekarang istirahatlah dengan tenang dan damai, tanpa harus memikirkan kulit putih maupun kulit hitam. Selamat jalan, Madiba...

Komentar